Home »

Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Categories

Calendar

March 2009
M T W T F S S
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

RSS Detik.Com

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

mau sharing aja smoga bermanfaat..

kurang lebih 2 hari yang lalu (12 maret 2009) sekitar jam 5 subuh saya mengantarkan teman kost saya ke rumah sakit di Bandung, sepanjang jalan dia mengeluh perutnya sakit dan merintih2, setelah sampai di rumah sakit (inisial rumah sakitnya “AI”) dia langsung diperiksa oleh dokter dan diambil sampel darahnya (bahasa jawanya “blood sample” ) trus dikasih obat penghilang rasa nyeri supaya agak berkurang rasa sakitnya. setelah ditunggu krg lebih 1 jam an dokter memberikan hasil tesnya kalau teman saya itu kemungkinan besar menderita radang usus buntu (Apendicities) dan disarankan oleh dokternya agar langsung operasi, nah loh bingung saya harus gmn??  kalau berdasarkan pengalaman saya siih setiap dokter pasti menganjurkan operasi, padahal belum tentu juga pasien tersebut memang mebutuhkan operasi (maklumlah lah kejar setoran, sekolah sekarang mahal cuy .. :) ).

trus setelah saya berkomunikasi dengan orang tua teman saya via Telpun seluler (Hap3) akhirnya diputuskan agar teman saya itu dioperasi saja. wah + pusing kuadrat ni saya. suruh teken dokumen buat operasi orang yang mana orang tuannya g ada (sedang dalam perjalanan) tapi melihat teman saya yang merintih kesakitan BANget.. ya saya juga g kuat akhirnya dioperasi juga lah teman saya itu . kurang lebih 3 jam dia dioperasi dan hasil nya menunjukkan bahwa usu buntu (Appendix) teman saya itu memang sudah parah, bahkan sudah pecah jadi ya memang sakit sekali rasanya, untung saja yeman saya itu seorang olahragawan, jadi fisiknya masih kuat, kalau orang lain yang kaya gitu mungkin sudah pingsan 2 atau 3 kali sehari (ky minum obat aja ya :)) kata dokternya. jadi singkat kata teman saya ini sekarang masih istirahat di RS itu namaun keadaannnya is sudah lebih baik. nah dari pengalaman saya itu saya jadi penasaran pingin tau kenaa sih ko dia bisa sakit ky gitu trus searching2 di mbah Google akhirnya ketemu kalau usus buntu atau  dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis, Organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya Organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) dimana memiliki/berisi kelenjar limfoid. Seperti organ-organ tubuh yang lain, appendiks atau usus buntu ini dapat mengalami kerusakan ataupun ganguan serangan penyakit. Hal ini yang sering kali kita kenal dengan nama Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis).

  • Gambaran Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

  • Peradangan atau pembengkakaan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi.

    n kalau penyebabnya adalah

    Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.

    Diantara beberapa faktor diatas, maka yang paling sering ditemukan dan kuat dugaannya sebagai penyabab adalah faktor penyumbatan oleh tinja/feces dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.

    Makan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap kesaluran appendiks sebagai benda asin, Begitu pula terjadinya pengerasan tinja/feces (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi yang menimbulkan peradangan usus buntu tersebut.

    Seseorang yang mengalami penyakit cacing (cacingan), apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu tersasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan penyakit radang usus buntu.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu
  • Gejala usus buntu bervariasi tergantung stadiumnya;

    1. Penyakit Radang Usus Buntu akut (mendadak).
      Pada kondisi ini gejala yang ditimbulkan tubuh akan panas tinggi, mual-muntah, nyeri perut kanan bawah, buat berjalan jadi sakit sehingga agak terbongkok, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.
    2. Penyakit Radang Usus Buntu kronik.
      Pada stadium ini gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut yaitu nyeri pd titik Mc Burney (istilah kesehatannya).

    Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak usus buntu itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi usus buntunya ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik begitu.

  • Pemeriksaan diagnosa Penyakit Radang Usus Buntu
  • Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosa adanya penyakit radang usus buntu (Appendicitis) oleh Pasiennya. Diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiology ;

    1. Pemeriksaan fisik.
      Pada appendicitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign) yang mana merupakan kunci dari diagnosis apendisitis akut.

      Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan usus buntu semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur (rectal) yang lebih tinggi dari suhu ketiak (axilla), lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu.

    2. Pemeriksaan Laboratorium.
      Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) hingga sekitar 10.000 – 18.000/mm3. Jika terjadi peningkatan yang lebih dari itu, maka kemungkinan apendiks sudah mengalami perforasi (pecah).
    3. Pemeriksaan radiologi.
      foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 – 97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93 – 98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks.
  • Penanganan dan Perawatan Penyakit Radang Usus Buntu

  • Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit radang usus buntu (appendicitis) adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosa kemungkinan pemberian obat antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.

    Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.

    nah gitu kawan2 jadi kata mbahQ “lebih baik mencegah dari pada mengobati “

    smoga bermanfaat ya n sumbernya saya dapat dari sini smoga bermanfaat yaw.


    18 Comments

    1. suryo pranoto says:

      tulung dik, aku radang cintahhh neh… :D

      • prabowosidik says:

        wkwkwkw
        wah nek koe ki dudu radang cinta truks…
        tapi radang “Otakz”
        alias sarap……………….. :)

      • relawanmuslimah says:

        wah wah mas suryo harus segera ditolong… :mrgreen:

        radang cinta berarti fokuskan pengobatan dan terapi di hati [jantung] dan otak.. :mrgreen:

    2. satya says:

      wah mas,, bener banget tuh mas,
      harus jaga banget kalo masalah ususbuntu selalu bikin repot aja

      tapi terkadang nyeri2 di perut bagian kanan belum tentu usus buntunya yang kena, tapi usus sebelah usus buntu lecet, etc,
      kalo pas kambuh gejalanya mirip usus buntu juga mas,,heee
      [red:pengalaman pernah diduga usus buntu tp habis di USG,ternyata usus sebelah usus buntunya lecet,,heee]

      minimal jaga makanan adalah salah satu menghindari usus buntu,,heee

      salam kenal mas sidiQ,,kancane arief yow..

      • prabowosidik says:

        iyo tp gmn lg kl namanya cobaan mo gmn lg
        ^_^
        iy juga sih , blm tentu usus buntu
        tmn kostQ jg ada tu yg pernah di diagnosa usus buntu terus di susurh operasi langsung ma dokternya
        ehh sayang kamar d RSnya penuh jd g jd d operasi
        diajak pulang deh ma tmn2nya
        lgian dia juga g mau d operasi
        terus begitu sampai rumahnya dia di periksakan lg ternyata bukan usus buntu
        dan ternyata ususnya cuma kram
        emg gejala2nya sama sih
        tp kalau kram usus dibiarin 1 atau 2 hari sembuh
        gt…
        intinya tetep hati2 lah pokokknya kalau masalalah kesehatan
        mahal euy harga kesehatan tu :)

    3. herman says:

      sebenernya cewekku sakit usus buntu tapi dia ga mau dioperasi

      dia takut, tpi dia ga pernah ngeluh ama penyakitnya, aku takut

      kalo dia kenapa, trus gimana ya! udah aq bujuk sih tp tetep ga

      mau,

      • prabowosidik says:

        waduh ko g mau ?/
        emg sih nyeremein yg namanya “OPERASi”
        tp kl emg itu yg terbaik knp ngga’
        y coba aja bujuk terus kk
        kl g mau2 jg ya cb ngomong ma ortunya cewe’na kk
        dari pada ntar tmbh kronis
        kan malah bahaya tu …
        semangat ya kk
        jgn nyerah pkkna

    4. relawanmuslimah says:

      bismillah

      kesehatan mahal benget harga nya

      just it

    5. vembry fiska says:

      curhat diparani yoyok tho maz

    6. donni says:

      iya mas,beberapa minngu ini aku sering sakit perut, pas dibawah rusuk, perut agak kekanan dikit, rasanya cenut2 gitu..
      apa tu termasuk gejala2 appendix ya..??

      • prabowosidik says:

        waduh maap ya, kebetulan saya tdk ngambil jurusan kedoktran jd untuk pastinya jg g bisa bilng, tp lbh baik saudara tanyakan aja ke dokter, tp jgn asal-asalan dktrnya.. tktnya udah kena usus buntu cm masih stadium awal jd lebih baik mencegah dari pda mengobti kan?? hehe…
        apa lagi kalau anda masih mahasiswa hal seperti ini kadang sering dianggap ringan, jd waspadalah!!! ^_^

    7. linda says:

      iya,jaga kesehatan itu penting. Klo sakit biaya lebih mahal,selg mampu ng apa2kan setiap hari makan yg bergizi..

    8. peracikjamu says:

      Artikelnya lumayan… bisa untuk tambahan referensi tentang penyakit usus buntu.
      Oya, untuk yang butuh pengobatan alternatif dengan jamu ( termasuk usus buntu ), bisa kunjungi link saya.
      Terima kasih, Gan.
      Salam sukses.

    9. ayu d.n says:

      mass,,,kata dokter saya kna gejala apendix,,
      tp ko perut saya begah ya,,udh brp hari ga BAB

      • c-dick says:

        waduh maaf mbak, kl itu sy g begitu bisa bantu, soalnya sy jg cuma copas dr source lain .. :D tp berdasar pengalaman saya sih mungkin aja, soalnya sy sendir juga bermasalah dengan pencernaan
        dan diagnosa dokter macem,, tp kl menurut sya cb mbak liat dr kebiasaaan mbak kemaren2 makan apa asal mulanya ko bs jadi ky gt :D

    10. ssaya juga merasakannya mas , gejala yang kedua atau Radang Usus Buntu kronik.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: